Tampilkan postingan dengan label KAJIAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KAJIAN. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Maret 2016

Mengapa Banyak Ayat Bertentangan Dalam Bibel? Profesor Mualaf Ini Tahu Jawabannya

09.23
VivaMuslim.com - Hingga usia 35 tahun menjadi atheis, semakin lama ia semakin merasakan kegersangan hidup. Di satu sisi, ketika ia mendalami sains, ia mendapati alam ini begitu sempurna hingga ia berkesimpulan tidak mungkin alam semesta ini terjadi secara kebetulan. Pasti ada penciptanya, Tuhan. Dan Tuhan itu harus satu. Sebab jika lebih satu, pasti akan ada lebih dari satu kehendak dan membuat alam tidak seimbang.



Satu keyakinan telah menancap pada dirinya: beriman kepada Tuhan yang satu. Dan tidak mungkin ia bisa bertuhan kalau tidak beragama karena yang menunjukkan adanya Tuhan adalah agama.

Lantas, profesor itu pun mengkaji agama yang dekat dengan masyarakatnya; Krsiten. Ia mempelajari Bibel. Namun, ia ragu. Bagaimana mungkin ada banyak ayat yang bertentangan. Bahkan ada ayat yang bertentangan dengan ayat pada beberapa halaman sebelumnya. Ia pun berkesimpulan, Bibel bukanlah kitab suci lagi. Jika pun sebagiannya adalah firman Tuhan, sebagian lainnya pasti bukan.

�Saya lihat di dalam Bibel ada beberapa ayat yang berasal dari Tuhan, Anda dapat merasakannya dalam hati,� kata profesor itu. �Tapi Anda juga mendapati beberapa ayat yang berasal dari manusia.�

Mengapa bisa terjadi seperti itu. �Karena Bibel ditulis ratusan tahun setelah Yesus tiada,� ungkapnya.

Kemudian ia mempelajari Islam melalui Al Quran. Meskipun selama ini mendengar Islam sebagai agama yang buruk di Rusia. Media menggambarkannya sebagai agama kekerasan. 

Ketika mempelajari Al Quran, ia begitu terkesima. Ayat-ayatnya jelas dan tidak ada yang bertentangan. Yang lebih mengherankan, di dalam Al Quran ada fakta ilmiah yang baru diketahui pada abad 20.

�Tidak mungkin Al Quran ini dibuat oleh Muhammad,� simpulnya. Ia yang semula berpikiran bahwa Al Quran adalah buatan Muhammad yang cerdas, akhirnya berubah pikiran. Karena secerdas-cerdasnya manusia di abad 7, tak mungkin bisa mengungkapkan fakta ilmiah abad 20.

Ia kemudian meyakini bahwa Muhammad adalah utusan Tuhan, dan Tuhan itu adalah Allah. Maka ia pun bersyahadat.

Ketika menyampaikan di depan forum Chechnya, bagaimana perjalanan hidupnya hingga masuk Islam, banyak aplaus dan takbir membahana di ruang itu. [Tarbiyah.net]



Sabtu, 19 Maret 2016

Mengapa Nafsu Disebut Hawa?

09.35

Nafsu, biasa disebut dengan hawa. Misalnya pada empat ayat dalam Al Qur�an yakni An Nisa� ayat 135, Shad ayat 26, An Najm ayat 3 dan An Nazi�at ayat 40.

????? ??????????? ???????? ???? ??????????

Dan janganlah kalian mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran (QS. An Nisa�: 135)

????? ????????? ???????? ??????????? ???? ??????? ???????

Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ia akan menyesatkanmu di jalan Allah (QS. Shad: 26)


????? ???????? ???? ????????

Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur�an) menurut kemauan hawa nafsunya (QS. An Najm: 3)


???????? ???? ????? ??????? ??????? ??????? ????????? ???? ????????

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya (QS. An Nazi�at: 40)


Mengapa nafsu dinamakan hawa? Asy Sya�bi rahimahullah menjelaskan, bahwa nafsu disebut hawa (terjerumus) karena ia menjerumuskan pelakunya ke dalam neraka.

???????? ????????? ????????? ??????? ?????????? ??????? ???????????? ??? ????????

�Sesungguhnya nafsu disebut hawa karena ia menjerumuskan pelakunya ke dalam neraka�

Arti lain dari hawa adalah binasa. Sebab orang yang mengikuti naha nafsu, ia akan terjerumus ke dalam neraka dan menjadi binasa.

?????? ???? ?????????? ??? ????????????? ????? ????????? ????? ????????? ?????????? ??????? ?????? ???????? ???????? ??????? ?????? ?????

Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu dan janganlah melampaui batas padanya yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia. (QS. Thaha: 81)

Hikmah besarnya, janganlah kita menuruti hawa nafsu, karena ia akan membuat kita terjerumus ke dalam neraka dan membuat kita menjadi binasa.

Wallahu a�lam bish shawab. [Muchlisin BK/Tarbiyah.net]