oleh Ir. H Suratmaji
Masya Allah sebetulnya lebih tepat ditulis ‘Maa Syaa- Allah’ yang artinya ‘apa-apa yang dikehendaki oleh Allah’. Namun dalam bahasa Indonesia sudah menjadi sebuah frasa ‘Masya Allah’. Bahwa segala sesuatu di dunia ini adalah semata-mata kehendak Allah. Tidak ada siapapun yang bisa menghalangi-Nya.
Siapa tidak kenal Facebook? Baru-baru ini Mark Zuckerberg pemiliknya ‘rugi’ 8,1 milyar dollar karena harga sahamnya terjun bebas. Bisa Pencak Silat? Mungkin tahu, tapi belum tentu bisa. Karena popularitasnya masih kalah dengan beladiri impor. Padahal seni bela diri asli Indonesia itu sudah menyebar ke 40an negara. Percepatan mendunianya tidak diimbangi dengan ketersediaan pesilat di negeri asalnya. Akibatnya permintaan pelatih kualitas ‘ekspor’ sulit dipenuhi. Padahal itu sebuah peluang ma’isyah. Masya Allah.
Kaisar, raja-diraja, penguasa dunia, orang-orang dan pemimpin super jenius seperti Iskandar Zulkarnain, Darius, Shih Huang Ti, Genghis Khan, dll, sejak dulu tidak ada satupun yang bisa meramal dan menghindar dari kehendak-Nya.
Kaisar, raja-diraja, penguasa dunia, orang-orang dan pemimpin super jenius seperti Iskandar Zulkarnain, Darius, Shih Huang Ti, Genghis Khan, dll, sejak dulu tidak ada satupun yang bisa meramal dan menghindar dari kehendak-Nya.
Kekuasaan Masa Lalu
Penguasa dunia yang paling lama eksis adalah kekaisaran Romawi atau Roman Empire, sejak 753 M sampai dengan 1453 M atau selama 22 abad. Lihat saja peninggalan kekaisaran Romawi yang tersebar dimana-mana di seluruh dunia.
Manusia masa sekarang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala, kagum membayangkan seperti apa kekuasaan kekaisaran Romawi pada masa jayanya. Tidak akan terbayangkan oleh manusia pada masa itu bahwa kekaisaran yang demikian luar biasa itu akan nenjadi puing-puing.
Semasa Nabi Muhammad hidup, kaisar Romawi saat itu bernama Heraklius (610-641) atau di hadits disebut Hirokla. Saat itu kejatuhan Romawi sudah disebutkan didalam Al-Quran. Baca saja surat Ar-Rum. Dan menjadi kenyataan pada tahun 1453.
Semasa Nabi Muhammad hidup, kaisar Romawi saat itu bernama Heraklius (610-641) atau di hadits disebut Hirokla. Saat itu kejatuhan Romawi sudah disebutkan didalam Al-Quran. Baca saja surat Ar-Rum. Dan menjadi kenyataan pada tahun 1453.
Saat itu, Khilafah Utsmaniyah atau Ottoman Empire merebut kekaisaran dengan cara yang sangat heroik. Benteng kota Konstantinopel dijebol oleh pasukan Muslim dipimpin Sultan Mehmet II yang baru berusia 21 tahun. Muslim memiliki senjata paling canggih saat itu: meriam dengan peluru batu yang siang-malam menggempur benteng selama hampir 2 bulan. Kekaisaran Romawi runtuh.
Lalu Allah memberi waktu 6 abad sampai tahun 1923 dimana Khilafah terhapuskan dari muka bumi karena digempur oleh tentara Sekutu dengan persenjataan yang lebih canggih, dan Negara superpower pindah dari Timur ke Negara-negara Barat. Seperti apa nasib keturunan Khilafah penguasa dunia dimasa lalu? Sungguh tragis. Mereka dibuang oleh rakyatnya sendiri. Lihat saja di youtube dengan keyword “The youngest Members of the Ottoman Royal Family”. Masya Allah.
Kekuasaan Masa Kini.
Pada masa kejayaannya, Uni Sovyet adalah pesaing terbesar Amerika Serikat. Stalin, Lenin, adalah nama-nama pemimpinnya yang menakutkan. Ternyata umur Uni Sovyet tidak sampai berabad-abad, berdiri 1922 di zaman Joseph Stalin dan runtuh 1991 di zaman Michail Gorbachev, lalu terpecah menjadi 15 negara-negara kecil Rusia, Georgia, Ukraine, Azerbaijan, Kazakhstan, Uzbekistan, Turkmenistan, Tajikistan dll.
Kurang apa kekuasaan penguasa negara-negara Arab yang kaya dengan minyak? Ketika Allah menghendaki jatuh, tidak ada satupun yang bisa menghalanginya. Arab Spring arau Revolusi Arab dimulai dari Tunisia pada Desember 2010, lalu merembet ke Aljeria, Lebanon, Yordan, Mauritania, Oman, Arab Saudi, Mesir, Yaman, Djibouti, Sudan, Irak, Bahrain, Libia, Kuwait, Maroko, Sahara Barat, Siria, dan Suriah. Pemimpin Arab yang demikian berkuasa sekelas Moammar Khadafi dan Husni Mobarak, bertumbangan.
Siapa yang mengira Orde Baru yang lebih dari 3 dekade demikian berkuasa kemudian jatuh? Bagaimana tidak berkuasa kalau, diantaranya, seluruh Gubernur dan Bupati Kepala Daerah diputuskan dari Cendana?. Penyebab awal kejatuhannya bukan karena perlawanan rakyat kepada kepemimpinan yang represif, melainkan karena krisis ekonomi Asia yang berdampak kepada ekonomi dalam negeri Indonesia. Dalam waktu 6 bulan, kurs dolar Amerika melesat dari Rp. 2.200,- menjadi Rp. 16.500,-. Ekonomi hancur. Para pengusaha dan konglomerat dalam sekejap jatuh miskin. Negara bangkrut diambang kehancuran, dan Mei 1998 Soeharto mundur. Masya Allah.
Pilkada Masya Allah
Tumbangnya Orde Baru merubah pola pemilihan kepala daerah dari yang asalnya dipilih Cendana menjadi dipilih langsung oleh rakyat. Luar biasa drama kehidupan akibat pemilihan langsung kepala daerah oleh rakyat ini. Yang berhasil di pilkada, walapun seorang preman bisa jadi Bupati. Akibatnya, karena ketidak-mengertian administrasi pemerintahan, di ujung masabakti justru ditunggu penjara. Yang gagal di pikada, bisa jatuh miskin berhutang milyaran ibaratnya tinggal celana, stress, bahkan ada yang sampai gila. Yang tertipu sama ‘makelar pilkada’ sama sengsaranya.
Pilkada di Ibukota baru-baru ini adalah contoh ketidak-mampuan manusia untuk ‘meramal’ kehendak Allah. Bayangkan, 5 lembaga survey dengan metodologi dan teknologi canggih, semua keliru. Kalau 1 atau 2 keliru, itu biasa. Tapi kalau semuanya keliru? Seorang walikota dari daerah berpenduduk ½ juta hanya didukung minoritas parpol bisa mengungguli pemimpin incumbent berpenduduk 10 juta dimana organisasi birokrasi di provinsi, kota, kecamatan, kelurahan, RW dan RT ada didalam kontrolnya, serta didukung mayoritas parpol, para Ulama dan Habaib. Masya Allah, Masya Allah.
Terima kasih Bang Fauzi Bowo atas pengabdiannya di DKI selama 35 tahun sejak 1977 meniti karir menjadi Karo, Kadis, Wagub dan terakhir Gubernur. Selamat datang di DKI Mas “Jokowi” Joko Widodo yang di Solo cukup dekat hubungannya dengan LDII.
Kejatuhan Khilafah Utsmaniyah sebagai penguasa dunia adalah karena saat itu penyakit TBC (Takhayul, Bid’ah, Khurofat) sudah luar biasa merajalela sampai ke pihak istana Sultan. Kejatuhan negara-negara Arab adalah karena begitu besarnya ketidak-adilan, jarak sosial ekonomi antara para penguasa dan aparatnya dengan rakyatnya. Revolusi Arab dipicu oleh aksi bakar diri pedagang miskin yang gerobaknya dirampas aparat. Masya Allah.
Banyak yang tidak menyadari bahwa negara adikuasa Amerika pada tahun 2008 yang lalu hampir runtuh, bukan dengan gempuran meriam seperti Sultan Mehmet II melenyapkan kekaisaran Romawi dari muka bumi pada tahun 1453, tetapi akibat sistem ekonomi ribawi. Bagaimana kompleksnya ribawi penyebab hampir runtuhnya Amerika, silahkan search di Google dengan kerwords ‘Too Big To Fail’. Terbukti sudah mengapa riba itu haram.
Sudah terlalu banyak contohnya organisasi adidaya di masa lalu akhirnya ‘bubar jalan’. Apalagi sekedar organisasi majelis ta’lim atau lembaga dakwah. Maka mawas dirilah. Jangan sampai sembuh dari TBC, malah kena AIDS (Arogan-sombong, Intimidator-pengancam, Dengki-iri, Sompral-nyablak). Sebab jika bukan karena Dzat Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Masya Allah, manusia itu bisa apa? Fa aina tadzhabuun?
dipostkan oleh..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar