Rabu, 11 Februari 2015

Awas Gejala Kepikunan. Kenali 10 Tandanya

jangan sampai diri kita terkena kepikunan. sering seringlah menjaga diri serta berusaha menjaga agar tetapa fokus. kepikunan juga bisa disebabkan karena kebanyakan aktivitas yang menjadikan diri tidak sempat untuk istirahat. jangan sampe jadi pikun yaa apalagi pikun sama rumah sendiri, keluarga dan orang terdekat
 berikut tips dari Alfiansyah Aziz yang dikutip dari sinar harapan

Cegah kepikunan dari sekarang, karena menjadi tua tak harus menderita kepikunan.
Penyakit Demensia (gangguan pikun), disebabkan oleh kerusakan sel-sel otak yang berfungsi kognitif dan mental, dan berlangsung secara progresif yang mengakibatkan gangguan berpikir, mengingat, mental, emosi dan perilaku. Umumnya yang terkena orang usia lanjut, walau bisa juga pada usia lebih muda.
Masyarakat perlu mengenali gejala awal demensia seperti mudah lupa, gangguan dalam berbahasa, disorientasi (waktu, tempat, orang), kesulitan mengambil keputusan, kemunduran (motivasi, inisiatif, minat), serta adanya tanda-tanda depresi. Jika penyakit demensia sudah parah maka akan terjadi ketergantungan pada orang lain dalam hal penderita mengalami sulit makan, tidak kenal anggota keluarga, sulit menahan buang air kecil dan besar, serta gangguan perilaku yang sangat berat.
Masyarakat harus meningkatkan pemahaman dan kepedulian penyakit alzheimer, menumbuhkan kesadaran akan bahaya Demensia Alzheimer, melakukan penanganan yang tepat pada penderita Demensia, dan mempromosikan pola hidup sehat terutama bagi mereka yang berusia 40 tahun ke atas.

Penanganan dalam keluarga
Dalam penanganannya belum ada obat yang dapat menyembuhkan Demensia Alzheimer, namun perlu mendapatkan perhatian yang serius dan komitmen semua pihak dalam membantu keberhasilan penanganan penyakit Demensia Alzheimer.
§  Pihak keluarga yang berperan dalam merawat pasien demensia, hendaknya menghindari perbedaan pendapat;
§  Latihlah otak dengan permainan (interaksi sosial, pengembangan hobi);
§  Pantau kesehatan secara berkala;
§  Jauhi sikap (mengkritik, komentar negatif, berdebat, memaksa keinginan);
§  Merawat pasien demensia hendaknya memiliki sikap tenang dan memaklumi;

§  Berilah penghargaan dan pujian;
§  Perlakukan penderita demensia sebagai orang dewasa terbatas bukan sebagai anak kecil;
§  Berilah kegiatan yang bersifat rekreatif, humor dan menyenangkan;
§  Ciptakan lingkungan yang nyaman (tidak bising, penerangan cukup, lingkungan yang bersahabat).
Selain itu, konseling intensif bagi anggota keluarga dan care giver sangat diperlukan untuk mengatasi stres bagi penderita dan keluarga serta mencari jalan keluar masalah-masalah yang dihadapi.

Menurut laporan Alzheimers Disease International pada tahun 2010, biaya perawatan penderita Alzheimer dan Demensia di Asia Tenggara mencapai US$4 miliar, mencakup biaya obat-obatan dan fasilitas sosial yang dibutuhkan untuk mendukung penderita Demensia Alzheimer.

Demensia Alzheimer adalah proses penyakit dengan hendaya berat fungsi otak (kemampuan kerja otak menurun) atau sering disebut gangguan pikun, yang berlangsung secara progresif yang mengakibatkan gangguan berpikir, mengingat, mental, emosi dan perilaku. Sehingga mengakibatkan aktivitas sehari-hari terganggu. Umumnya yang terkena orang usia lanjut, walau bisa juga pada usia lebih muda.

Mencegah demensia alzheimer, mulailah hari ini  menerapkan pola hidup sehat kepada diri sendiri dan keluarga, jangan maklum dengan pikun, kenali gejalanya dari sekarang.

10 gejala umum demensia alzheimer

Pertama, gangguan daya ingat. Gejalanya diakibatkan karena sering lupa akan kejadian yang baru saja terjadi, lupa janji, menanyakan dan menceritakan hal yang sama berulang kali, dan lupa tempat parkir dimana.
Kedua, gejala Alzheimer adalah sulit fokus yaitu sulit melakukan aktivitas pekerjaan sehari-hari, lupa cara memasak, mengoperasikan telepon, tidak dapat melakukan perhitungan sederhana, bekerja dengan waktu yang lebih lama dari biasanya.


Ketiga, sulit melakukan kegiatan familiar, yaitu sering kali sulit merencanakan atau menyelesaikan tugas sehari-hari bingung cara mengemudi, sulit mengatur keuangan.

Keempat, disorientasi, bingung akan waktu (tanggal, hari-hari penting), bingung dimana mereka berada dan bagaimana mereka sampai disana, tidak tahu jalan kembali ke rumah.


Kelima, kesulitan memahami visuospasial yaitu sulitnya membaca, mengukur jarak, membedakan warna, membedakan sendok/garpu, tidak mengenali wajah sendiri dicermin, menabrak cermin, menuangkan air digelas namun tumpah/tidak tepat penuangannya.

Keenam, gejala Alzheimer dapat juga dikenali melalui gangguan berkomunikasi, yaitu kesulitan berbicara dan mencari kata yang tepat untuk menjelaskan suatu benda, seringkali berhenti di tengah percakapan dan bingung untuk melanjutkannya.


Ketujuh, menaruh barang tidak pada tempatnya dan kadang curiga ada yang mencuri atau menyembunyikan barang tersebut, juga termasuk gejala Demensia Alzheimer.

Kedelapan, salah membuat keputusan, seperti kesulitan berbicara dan mencari kata yang tepat untuk menjelaskan suatu benda seringkali berhenti di tengah jalan dan sulit untuk melanjutkan kembali.


Kesembilan, menarik diri dari pergaulan, tidak memiliki semangat ataupun inisiatif untuk melakukan aktivitas atau hobby yang biasa dinikmati, tidak terlalu semangat untuk pergi bersosialisasi.

Kesepuluh, yaitu adanya perubahan perilaku dan kepribadian, emosi berubah seara drastis, menjadi bingung, curiga, depresi, takut atau tergantung yang berlebihanpada anggota keluarga, mudah kecewa, marah dan putus asa baik di rumah maupun dalam pekerjaan.





http://sinarharapan.co/sehat/read/19788/kenali-10-gejala-kepikunan
, ,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar