Kamis, 26 Maret 2015

FILM UNTUK DAKWAH

Dewasa ini film bukan suatu hal lagi yang tabu untuk diperbincangklan, era modern dimulai banyak film-film yang telah dibuat oleh berbagai pihak, tidak terlepas dari orang-orang barat, namun kebanyakan film barat mengandung unsure film yang tidak sesuai dengan budaya slam dabn budaya Indonesia
Film memiliki banyak pengertian yang masing – masing artinya dapat dijabarkan secara luas. Film merupakan media komunikasi sosial yang terbentuk dari penggabungan dua indra, penglihatan dan pendengaran, yang mempunyai inti atau tema sebuah cerita yang banyak mengungkapkan realita social yang terjadi di sekitar lingkungan tempat dimana film itu sendiri tumbuh. Film sendiri dapat juga berarti sebuah industri, yang mengutamakan eksistensi dan ketertarikan cerita yang dapat mengajak banyak orang terlibat.
Film berbeda dengan cerita buku, film mempunyai asas sendiri. Selain asas ekonomi bila dilihat dari kacamata industri, asas yang membedakan film dengan cerita lainnya adalah asas sinematografi. Asas sinematografi tidak dapat digabungkan dengan asas – asas lainnya karena asas ini berkaitan dengan pembuatan film. Asas sinematografi berisikan bagaiman tata letak kamera sebagai alat pengambil gambar, bagaimana tata letak property dalam film, tata artistic, dan berbagai pengaturan pembuatan film lainnya.

Maka oleh karena itu selain membuat film, kita juga dituntut untuk bisa membuat film yang sesuai dengan moral, kaidah etika dan ahlaq. Apalagi sebagai mahasiswa PTAIN yang dituntut untuk bisa memeberikan bekal agama bagi mereka yang kurang menguasai agama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar