Kisah-kisah humor lucu tidak hanya dimiliki oleh kaum Sufi saja.
Ternyata dikalangan Wahabi/Salafi yang selalu digambarkan dengan watak keras, sangar, serius dan menakutkan itu sebenarnya juga bisa melucu dan tertawa dengan bijak.
![]() |
| Kisah-Kisah Pengundang Senyum |
Meskipun kisah humor, namun tetap bijak bersumber dari cerita sungguhan yang mengandung hikmah. Berikut kami nukilkan kisah-kisah humor pengundang senyum dan penyegar suasana yang diangkat dari kitab Al-Adzkiyaa buah karya Imam Ibnul Jauzi rahimahullah, seorang ulama Wahabi/Salafi.
Iblis pernah datang menemui Isa �alaihissalam. Dengan pongah, si Iblis berkata, �Eh Isa! Bukankah engkau yakin, bahwa segala yang tidak ditakdirkan oleh Allah, tidak akan menimpamu?�
�Ya,� jawab Isa.
�Kalau begitu, coba engkau terjun dari atas gunung ini. Kalau Allah menakdirkan selamat, pasti engkau akan selamat.� Ujar si Iblis.
Dengan tenang, Isa menjawab, �Hai makhluk laknat! Sesungguhnya Allah itu berhak menguji para hamba-Nya, tapi seorang hamba, tidak punya hak untuk menguji Allah!� [1]
~~~o000o~~~
Ada seorang lelaki datang menjumpai khalifah Muawiyyah. Kebetulan, ia bertemu pertama kali dengan penjaga pintu gerbang kediaman beliau.
�Tolong beritahukan kepada Muawiyyah, saudaranya datang.� Ujarnya.
Saat mendapatkan pesan itu, Muawiyyah terheran-heran, �Rasanya aku tidak kenal. Tapi biarkan dia masuk.� perintah beliau. Orang itupun masuk.
Saat tiba di hadapan beliau, beliau bertanya, �Engkau saudaraku dari pihak mana?� tanya beliau.
�Dari Adam dan Hawa,� jawab orang itu santai.
�Tolong berikan satu dirham kepada orang ini.� perintah beliau
�Hai, kenapa engkau cuma memberi satu dirham kepada saudara seayah dan seibumu?� tanya orang itu dengan kesal.
Muawiyyah menjawab dengan santai, �Kalau setiap saudaraku dari Adam dan Hawa harus kuberi uang, pasti satu dirham itupun tidak akan sampai ke tanganmu!� [2]
~~~o000o~~~
Suatu hari, khalifah al-Makmun bertanya kepada Abdullah, �Mana yang lebih nyaman, tempatku ini, atau rumahmu?�
Abdullah menjawab, �jelas rumahku. Kalau di rumah, aku menjadi raja, tapi disini aku menjadi budak.� Kontan , khalifah pun tertawa. [3]
~~~o000o~~~
Jarir meriwayatkan,� Suatu hari Al A�masy duduk di pojok majelis. Sementara kami duduk di bagian pojok lain. Di Dekat tempat itu, ada air hujan menggenang membentuk sebuah danau kecil. Tiba-tiba datanglah seorang lelaki yang mengenakan mantel hitam . Saat melihat al A�masy, ia memandang rendah, karena pakaian beliau yang sederhana.
�Heh bangun, cepat bantu aku menyebrangi danau ini.� Ia membangunkan al A�masy dan menarik tangannya dengan kasar. Lalu ia memaksa beliau menggendongnya.
Konyolnya, sambil menikmati gendongan si Ulama tadi, laki-laki itu membaca ayat berikut:
�Maha Suci Dia yang telah menunddukan kendaraan ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya..� (az-Zukhruf: 13)
Saat tiba di tengah danau, al A�masy melemparkan lelaki itu ke dalam air, sambil membaca ayat berikut:
�Dan berdo�alah, �Ya Rabbku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat..� (al Mukminun: 29)
Beliau keluar dari danau itu, dan membiarkan si lelaki konyol berendam di air danau. [4]
~~~o000o~~~
Isa bin Amru mengisahkan, ada seorang lelaki badui pergi ke negeri Bahrain. Ia mengumpulkan masyarakat Yahudi di negeri itu. Lalu itu bertanya, �Bagaimana pendapat kalian tentang Isa bin Maryam?�
�Kami memang membunuh dan menyalibnya!� tegas mereka, untuk mempertahankan pendapat nenek monyang mereka.
�Tidak masalah, tapi apakah kalian sudah membayarkan diyatnya? [5] tanyanya.
�Belum,� jawab masyarakat Yahudi itu.
�Kalau begitu,jangan pergi dari sini sebelum kalian membayarkan diyat itu kepadaku.� Akhirnya, merekapun baru keluar setelah semuanya membayar diyat tersebut..�!! [6]
~~~o000o~~~
Ada seorang pria beragama Nasrani yang kerap datang mengunjungi Imam adh-Dhahhaq bin Muzaahim. Suatu hari Imam adh-Dhahhaq bertanya:
�Kenapa engkau tidak juga masuk Islam?�
�Karena aku masih suka menenggak minuman keras, dan tidak tahan hidup tanpa minuman itu.� Jawabnya.
�Kalau begitu masuk Islam saja dan silahkan tetap menenggak minuman keras kesukaanmu itu.� Ujar adh-Dhahhaq yakin.
Akhirnya lelaki itu pun masuk Islam. Saat ia sudah masuk Islam, imam adh-Dhahhaq berkata kepadanya:
�Nah, sekarang kamu sudah masuk Islam. Kalau kamu masih juga menenggak minuman keras, kami akan menghukummu dengan cambukan. Kalau kamu murtad (keluar) dari Islam, kami akan membunuhmu!!!
Lelaki itu pun terbengong-bengong mendengarnya... [7]
~~~o000o~~~
Itulah beberapa humor ala salafi kisah pengundang senyum penuh hikmah. Jika harus tersenyum, tersenyumlah dengan bijak. Jika harus tertawa, tertawalah dengan bijak.
Note:
[1] Lihat kitab al-Adzkiyaa hal.11
[2] Kitab al-Adzkiyaa hal.20-21
[3] Kitab al-Adzkiyaa hal.46
[4] Kitab al-Adzkiyaa hal.64
[5] Diyat adalah uang ganti rugi karena telah membunuh orang, sebagai ganti rugi dari qisshas. Kaum Yahudi mengakui adanya hukum tersebut dalam agama mereka
[6] Kitab al-Adzkiyaa hal.75
[7] Kitab al-Adzkiyaa hal.82
[ES/BuletinIslami]
LANJUT BACA!
Humor

Tidak ada komentar:
Posting Komentar