Selasa, 21 Juni 2016

Inilah kebenaran fakta akun yang menghina presiden jokowi sebenarnya Facebook perwira TNI yang hina Jokowi


Akun palsu perwira TNI. ©istimewa
Merdeka. com - Sosial media digemparkan oleh kabar berita mengenai penghinaan pada Presiden Jokowi serta hasutan berbau SARA di media sosial. Akun itu memakai Muhammad Adiitya memakai foto dengan status seseorang perwira TNI.

Masalah itu bahkan juga hingga ke tangan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Dengan tegas dia memohon masalah itu diusut selesai.

 " Selekasnya kerjakan penyelidikan serta kontrol dan pengusutan dengan selesai, " sekian perintah Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Selekasnya sesudah perintah itu keluar, Tim Intel TNI lakukan penelusuran dengan cara Digital Forensic di jaringan facebook serta diketemukan 35 nama palsu yang memakai bebrapa foto Lettu Kav Rhendy Jaury.

Hasil pendalaman serta kontrol pada Lettu Kav Rhendy Jaury di ketahui kalau Lettu Kav Rhendy Jaury yang berdinas di Yonkav-1/1 Kostrad bikin Akun Facebook pertama pada bulan November 2008 sampai dengan 2012 dengan nama account 'Rhendy Jaury' dan mengupload bebrapa photo aktivitas semasa Taruna Tingkat 3 berpangkat Sermadatar sampai dengan Letnan Dua.

 " Facebook saya tak dapat di buka mulai sejak th. 2012 pasword telah tak dapat dibuka lantaran telah ditukar orang lain, " sekian disebutkan Rhendy pada pemeriksa.

Berkaitan dengan penyalahgunaan account facebook kepunyaannya mulai sejak pertengahan tahun 2012 sampai dengan saat ini, yang berkaitan menerangkan kalau belum pernah melaporkan pada pihak Kepolisian RI.

Sesudah usai melakukan kontrol, baru kesokan harinya pada tanggal 4 Juni 2016 yang berkaitan melaporkan pada pihak Polda Metro Jaya mengenai sangkaan Tindak Pidana serta Transaksi Elektronik di account facebooknya.

 " Tidak benar anggota TNI melakukan penghinaan terhadap Presiden RI yang berlangsung yaitu usaha mendiskreditkan TNI lewat pembajakan akun facebook Lettu Kav Rhendy Jaury dengan memakai nama Muhammad Adiitya, kita dapat optimis itu, lantaran sudah dikerjakan kontrol dengan cara jeli, " sekian disebutkan Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman.

Kapuspen TNI memberikan kalau bukan sekedar lewat pembajakan facebook saja, usaha pencemaran nama baik TNI juga berlangsung lewat situs atau wadah komune yang mengatasnamakan TNI dalam jejaring internet oleh oknum yg tidak bertanggungjawab untuk mengakibatkan kerusakan citra TNI.

 " Banyak beredarnya account palsu yang mengatasnamakan prajurit TNI termasuk juga didalamnya memakai account facebook Gatot Nurmantyo (Panglima TNI) lewat jejaring sosial media facebook, twitter serta yang lain, " pungkas Kapuspen TNI.

Menanggapi serta menindaklanjuti fenomena diatas Mabes TNI dengan cara resmi sudah melayangkan keinginan pada Kemenkoinfo untuk selekasnya tutup bebrapa account palsu yang mengatasnamakan lembaga, Petinggi serta Prajurit TNI itu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar