Penasehat Hamas: Kami Lebih Mencintai Rakyat Indonesia Yang Muslim
Berita Islam 24H - DR. Musthafa Ahmad Al Qonoo dikenal sebagai salah satu tokoh penting di jajaran Hamas. Track record-nya berjuang membela Islam demi pemebebasan Tanah Palestina, membuat sosoknya disegani oleh PM. Palestina saat ini, Ismail Haniya. Ia pun pernah dipenjara bersama Ismail Haniya. Tak ayal, Ismail Haniya menaruh cinta padanya dan mengamanahkan DR. Musthafa Ahmad Al Qonoo menjadi penasehat petinggi Hamas tersebut.
Tampil dengan nada berapi-api saat mengisi acara Seminar Internasional Palestina di Jakarta, ia menilai bahwa kehinaan yang menimpa umat Islam saat ini terjadi karena umat Islam mencampakkan Islam itu sendiri.
“Kita patut berbangga dengan al-Qur’an dan al-Islam. Dan umat Islam menjadi mulia dan terhormat saat kekhilafahan khulafaur Rasyidin adalah juga karena Islam. Maka, ketika kebanggaan dan slogan kita berganti, bukan lagi Islam, maka yang terjadi adalah kelemahan dan kehinaan.”
Ia juga meminta umat Islam untuk berkaca kepada sejarah. Karena Sejarah Palestina adalah Sejarah Islam. “Sejarah mencatat bahwa Kakek Nabi Hasyim Abdu Manaf, yang meninggal dan dimakamkan di Jalur Gaza. Sehingga, Gaza juga dikenal dengan Gaza Hasyim,” tuturnya.
Namun wajah garangnya saat mengisi seminar berubah lembut saat mencoba memperkenalkan diri. Beliau pun dengan ramah melayani silaturahim kami. Satu jam kami berdiskusi, maka mulailah muncul guratan dan nada optimisme terhadap nasib Palestina di masa mendatang.
Lantas bagaimanakah pandangan beliau terhadap Rekonsiliasi Hamas dan Fatah? Bukankah Mahmoud Abbas menolak diajak dialog? Apa saja saran beliau kepada Ismail Haniya?Lantas bagaimana pandangan beliau terhadap parlemen yang dijalani Hamas. Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana pandangan beliau, Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi, mencoba melakukan wawancara dengan beliau secara lebih jauh, sesaat secara mengisi Seminar Al Aqsa Working Group di Jakarta.
Sejauh mana dukungan Internasional terhadap Kemerdekaan Palestina?
Tidak diragukan lagi bahwa dunia Islam sudah melaksanakan kewajiban mereka dalam sebagian hal tersebut (dukungan terhadap Kemerdekaan, red.). Demikian juga negara-negara merdeka yang lain walau mereka bukan Negara Islam. Adapun negara-negara poros kejahatan di Barat, seperti Amerika, maka mereka mendukung Israel. Oleh karena itu kami mengharapkan, dukungan dari semua pihak untuk siap mendukung Palestina, karena Palestina adalah negeri yang dizhalimi.
Mesir menjadi fasilitator Rekonsiliasi antara HAMAS dan Fatah. Mesir pun digadang-gadang akan menjadi kekuatan baru di Timur Tengah pasca Revolusi. Lalu, apa harapan anda terhadap Mesir?
Dari tanah Mesir pernah muncul orang-orang yang menaklukan dan memenangkan beberapa peperangan, seperti katakanlah Shalahuddin Al Ayyubi. Dan beberapa kelompok muslimin dari Mesir berperang bersama-sama rakyat Palestina. Demikian juga tentara Mesir berperang bersama rakyat Palestina. Oleh karena itu, harapan kami kepada Mesir, yaitu mereka bisa terus selalu bersama-sama dengan kami.
Kami mengharapkan mereka bisa memutuskan embargo Israel, memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel, menutup kantor Diplomatik Israel, dan menarik dubes mereka dari Israel. Dan kembali kepada kesepakatan camp David yang dikhianati itu.
Kami berharap mereka tetap mendukung rakyat Palestina. Membuka perbatasan untuk rakyat Palestina di Gaza. Penyebrangan Rafah pun tetap terbuka untuk lalu-lalang manusia beserta jalur perdaganagan. Dengan demikian, hubungan itu hanya ada antara Palestina dengan Mesir, dan tidak ada intervensi sedikitpun dengan Israel. Karena rakyat Mesir sebenarnya menentang kebijakan Camp David.
Bagaimana kondisi Gaza setelah Rezim Mubarok runtuh? Kita ketahui Mubarok adalah aktor yang menutup akses warga Palestina ke Mesir.
Alhamdulillah rezim Husni Mubarok yang thoghut itu telah runtuh. Kaum muslim dan dunia Islam akan lebih baik tanpa kehadiran Husni Mubarok. Dan demikian juga jalur Gaza menjadi lebih baik tanpa adanya Husni Mubarok. Dan ada perbaikan sikap dan posisi Mesir setelah runtuhnya Husni Mubarok. Tetapi belum pada level yang dikehendaki.
Tetapi kita memaklumi revolusi tersebut karena memang kondisinya belum memungkinkan. Mereka pun mendapat tekanan yang sangat berat dari pihak Amerika, Zionis, dan juga Negara Barat. Namun kami menghargai upaya mereka untuk berbuat baik kepada kami. Tapi mereka mengatakan kepada kami, ‘bersabarlah kalian’.
Karena kami sangat bersabar terhadap Mubarok dan kezalimman yang cukup lama ia lakukan terhadap kami. Namun Israel mengatakan bahwa setelah runtuhnya Rezim Husni Mubarok, kami kehilangan sekutu terbesar dalam diri kami. Dan Insya Allah, ini merupakan awal keruntuhan Israel, sebab Mesir-lah yang selama ini melindungi dan mendukung Israel.
Hamas ingin bersatu dengan Fatah, tapi Mahmoud Abbas sendiri menolak diajak dialog. Apakah Hamas masih berharap melakukan rekonsiliasi dengan Fatah?
Mahmoud Abbas adalah orang yang patuhnya kepada Israel dan dia selalu berada di pihak Israel. Oleh karena itu, Abbas tidak pernah mau bertemu dengan Hamas dan tidak suka dengan Hamas. Abbas berprinsip ‘musuh kawanku adalah musuhku.’ Karena Hamas adalah musuh Israel, maka Hamas adalah musuh bagi Abbas.
Tapi dengan rekonsiliasi tersebut, kami ingin memperbaiki sikap Fatah. Dengan harapan, Fatah akan kembali sedikit demi sedikit ke jalan yang benar. Dan mudah-mudahan harapan kami bisa memberikan rasa nyaman kepada bangsa kami dan kawan-kawan kami. Dan itu sedikit mengurangi, sikap menolak jabatan dalam diri mereka.
Menurut Anda, Fatah sendiri berharap berekonsisliasi dengan Hamas?
Sebagian mereka menginginkan rekonsiliasi ini, karena Fatah adalah kelompok yang tidak terorganisir. Fatah itu hanya sekedar keluarga dan suku saja. Oleh karena itu, banyak sekali sikap-sikap dan persepsi yang berbeda dalam diri mereka. Ada yang mulia dan terhormat. Ada dari mereka yang mau kita gandeng, namun ada sebagian lain tidak berarti dan kita biarkan saja.
Mereka memiliki kepentingan khusus dengan rekonsilasi ini. Mereka memiliki hubungan dengan musuh, yaitu Israel. Mereka pun memiliki koordinasi dengan Israel. Dan kepentingan mereka sebenarnya bersama dengan Israel. Bahkan rekonsiliasi ini hanya menjadi sarana untuk membocorkan suatu hal kepada Israel, dan itu tidak ada manfaatnya bagi kami.
Anda dikenal sebagai Penasehat Ismail Haniya. Biasanya, apa saja yang dikonsultasikan Ismail Haniya kepada Anda?
Pertama beliau adalah sahabat saya dalam mendakwahkan Islam, termasuk ketika di dalam penjara. Ia menghormati dan mencintai saya, demikian juga saya menghormati dan mencintainya. Dan dia sangat setia kepada rekan-rekannya. Oleh karena itu, saya menjadi penasehat beliau. Saya memberikan pandangan-pandangan saya pada setiap isu yang dimunculkan. Dan watak yang dimilikinya tidak keras kepala, tidak berpegang pada pendapat sendiri dan setia meminta pendapat dari kawan-kawannya.
Kami sering mewakili beliau pada hal-hal tertentu yang dia tidak bisa berangkat, seperti misalnya pada seminar hari ini dan di tempat-tempat lainnya. Sering kali kami duduk bersama beliau berdikusi dan berbicang-bincang mengenai beberapa hal.
Para Petinggi Hamas dicari untuk dibunuh oleh Mossad. Anda sendiri tidak takut pergi ke Indonesia?
Israel itu memang makhluk jahat. Mereka orang Yahudi telah membunuh para nabi. Dan tidak aneh orang Yahudi melakukan apa saja yang mereka kehendaki. Mereka telah membunuh banyak sekali para pemimpn Hamas. Katakanlah Syekh Ahmad Yassin, DR. Abdul Aziz Rantisi, dan Musthtofa Saleh, (Salah Mustafa Muhammad Shehade, mantan pemimpin Brigade Izzudin Al Qasam, red.)
Saya sendiri tidak takut dengan mereka. Kalau kita takut, kita tidak akan bisa bekerja. Walau sebenarnya kita bukan militer, jadi resiko untuk dibunuh lebih ringan, dan relatif tidak ada. Dan kalaupun saya tebunuh, maka itu adalah mati syahid dan anugerah dari Allah, semuanya adalah kehendak Allah. Hanya ada dua kemungkinan baik bagi kita: apakah kita meraih kemenangan atau kita syahid di jalan Allah. Mudah-mudahan Alllah memberikan saya syahid, di usia saya yang sudah akhir ini seperti Syekh Ahmad Yassin.
Beliau tidak meninggal karena sakit yang panjang, tapi Allah mengkehendaki syahid kepada Syekh Ahmad Yassin. Dan ini adalah hal yang senantiasa diidam-didamkan oleh orang Islam.
Apa langkah yang terbaik untuk membebaskan Palestina. Apakah HAMAS tetap berparlemen atau concern di ladang Jihad?
Semua hal yang bisa menjadikan kita merdeka, maka kita ambil. Kita tidak mengandalkan satu cara, tetapi meninggalkan satu cara yang lain. Namun hal terpenting yang harus kita ketahui adalah bahwa Israel menjajah Palestina dengan menggunakan kekerasan seperti yang dilakukan oleh Negara-negara penjajah ke Negara-negara Islam dan negara lemah lainnya. Dan penjajah itu tidak pernah keluar dari keinginannya kalau tidak ada perlawanan dari bangsa yang dijajah itu. Dan mereka tidak keluar kecuali dengan dilawan dan dipaksa keluar lewat jalan perjuangan.
Anda punya pengalaman di Indonesia dalam melawan penjajahan Belanda. Semua negeri yang merdeka, mereka berjuang dan berjihad untuk mendapat kemerdekaan. Dan Israel tidak akan keluar sejengkal pun hanya dengan kesepakatan dan perundingan. Malah itu membuat mereka tergiur untuk menjajah tanah-tanah lainnya. Dan orang-orang Yahudi yang terpencar di berbagai negara, mereka berkumpul di Israel, meski mereka masih membawa kewarganegaraan asal mereka. Dan kalau mereka merasa terancam dan takut mati, maka mereka akan kembali ke negara asal mereka dan tidak ada yang mau untuk tinggal kembali di Palestina.
Kami akan tetap melanjutkan perjuangan hingga orang-orang Yahudi merasa tidak nyaman dan aman tinggal di Palestina. Sebab Mereka datang ke Palestina untuk menghendaki kehidupan yang nyaman, aman dan sejahtera. Ya kalau kesejahteraan dan kenyamanan mereka merasa terancam, maka mereka akan pergi meninggalkan Palestina. Dan al Qur’an sudah menyampaikan hal itu, “Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling tamak kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih tamak lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, pdahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Al Baqarah 90)
Apa syarat menjadi tentara jihad Hamas? Kami mendengar seperti tidak terputus Shalat 40 hari di masjid, apakah itu betul? Lalu bisakah umat muslim di Indonesia berjihad kesana?
Kami menghendaki orang yang berjihad itu orang muslim yang menjalankan semua kewajiban agamanya. Dia mempercayai bahwa Palestina dan Al Quds adalah milik kaum muslimin. Dan dia berjihad di jalan Allah untuk membebaskan Palestina. Itu adalah syarat-syarat yang telah ditetapkan. Apa gunanya kita mensyaratkan shalat 40 hari beturut-turut? (Tertawa). Ya kami mensyaratkan shalat sepanjang masa. Ya diantaranya dalam hadis dikatakan pemuda yang tumbuh berkembang dalam suasana ibadah kepada Allah, dan laki-laki yang hatinya tertambat di masjid. Kalau 40 hari shalat, bisa saja setelah 40 hari dia tidak shalat lagi. Maka itu orang munafik.
Itu sebenarnya adalah makna dari sebuah hadis, yang mengatakan bahwa barangsiapa yang shalat tidak terputus 40 hari di Mesjid, maka dia adalah orang mukmin. Kami mengajak kaum muda untuk cinta shalat di masjid. Dan kami yang sudah tua-tua dan para pemimpin selalu mendahului mereka untuk ke masjid, jadi bukan hanya mengajak mereka ke masjid, akan tetapi kita kemudian tidak ikut melakukannya.
Untuk berjihad di Palestina, kami mengharapkan pemuda yang dekat kepada Allah. Maka, jika dia berdoa, Allah akan kabulkan doanya. Jika dia terbunuh di medan perperangan, maka ia akan menjadi syahid. Kalau ada pemuda dari Indonesaia yang ingin menjadi mujahid di Palestina, maka kami akan sangat terhormat. Tapi kita belum memerlukan hal itu untuk saat ini. Kami saat ini hanya membutuhkan doa, senjata, dan dukungan dari umat Islam. Kami menginginkan mereka siap ketika pasukan Islam berperang melawan Yahudi. Kita juga berharap ada seorang pimpinan yang bisa memimpin pasukan Islam untuk membebaskan Palestina, apalagi Indonesia adalah negeri Islam terbesar dan mempunyai catatan sejarah yang mulia dalam sejarah Islam. Rakyatnya muslim dan komitmen dengan ajaran-ajaran Islam. Saya menunggu munculnya seseorang dari Indonesia yang memimpin tentara untuk membebaskan Palestina, dan namanya akan tercantum seperti Sayyidina Umar, Shalahuddin Al Ayyubi dan lain sebagainya.
Kami hanya ingin mempertegas, jadi apa yang paling dibutuhkan bangsa Palestina sekarang?
Banyak hal yang dibutuhkan, kalau permasalahannya dengan Israel ini mudah saja bagi kami. Namun permasalahannya, Israel itu didukung oleh Amerika, semua negara Barat, serta Zionis Internasional. Oleh karena itu, rakyat Palestina tidak mampu menghadapi mereka semuanya. Allah berfirman perangilah musyrikin secara bersama-sama seperti orang musyrik menyerang kalian bersama-sama.
Karena itu kami mengharapkan umat Islam mencintai Palestina dan Al Quds dan mereka merasa bertanggung jawab untuk memerdekakan tempat Isra dan Mi’raj-nya Rasulullah saw serta menempatkan diri untk melawan orang-orang yang zhalim. Supaya mereka memberikan apa saja yang diperlukan untuk rakyat Palestina, baik harta uang, senjata, do’a, maupun kekuatan yang lain untuk mempersiapkan diri menjadi tentara. Ketika ada panggilan untuk pergi berjihad, maka berangkatlah berperang di jalan Allah.
Media-media Barat kerap memberitakan HAMAS mendoktrin anak-anak kecil dengan ajaran kekerasan untuk dipersiapkan menjadi mujahid. Apakah betul ada perkembangan banyak anak-anak Palestina telah hadfiz Qur’an dan bertekad untuk berjihad?
Ini bukan aksi kekerasan, tapi ini adalah jihad di jalan Allah. Dan para sahabat juga sama dulu, mereka hafal Qur’an lalu pergi berjihad, tidak ada kontradiksi dalam hal ini.
Kami mengajarkan Islam kepada mereka (anak-anak Palestina, red.) dan Islam juga mengajak umatnya berjihad di jalan Allah. Al Qur’an juga mengajak kita berjihad dan mati syahid di jalan Allah serta melawan kezhaliman dan membela orang-orang yang dizhalimi seperti firman Allah.
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka”. (At Taubah: 111). “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan atau pun merasa berat.” (At Taubah:41).
Terakhir, apa pesan Anda kepada Bangsa Indonesia terkait Pembebasan Palestina?
Kami berterimakasih karena Indonesia tidak mengakui negara Israel. Meskipun banyaknya tekanan dari Amerika terhadap Indonesia. Meskipun adanya pengkihanatan hal tersebut dari Orang Palestina sendiri dan orang-orang Arab. Kami hanya mengatakan sebagai orang Islam, kita harus punya andil untuk membebaskan negeri tersebut, dan kami sangat menghargai posisi Indonesia. Kami bangga dengan Indonesia dan juga merasa mulia untuk mencintai orang Indonesia. Kita mencintai seluruh umat Islam dan bangga kepada seluruh umat Islam. Dan kami menganggap semua orang yang beriman adalah bersaudara.
Dan saudara muslim kita di Indonesia, lebih kami cintai daripada Orang Palestina yang tidak muslim, dan orang Palestina yang berkhianat. Sebagaimana yang dikatakan oleh Allah jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Rasul sendiri mengatakan tabbat yadaa abii lahabiw wa tabb kepada pamannnya (Abu Lahab, red). Rasulullah berlepas diri kepada pamanya itu, karena pamannya kafir dan zhalim. Sementara ketika mengomentari Salman Al Farisi dari negeri Persi, Rasululullah SAW mengatakan Salman tetap bagian dari kami, karena dia adalah seorang muslim. Ikatan kita adalah dengan orang-orang Islam, baik itu Muslim Palestina, Muslim Arab, maupun Muslim non Arab.
Dalam hadis dikatakan ketika nanti terjadi pertempuran antara muslim dan Yahudi, batu akan berkata, ‘wahai muslim, wahai hamba Allah.’ Batu itu tidak mengatakan wahai orang Palestina, wahai orang arab. Jadi Agama Islam itu lebih agung dan mulia. Semoga Allah memberkati kita semua. [beritaislam24h.com / ipc]
Internasional

Tidak ada komentar:
Posting Komentar